Sabtu, 13 November 2010

Contoh PTK LPMP

 

USULAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS




MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISTEM KOORDINASI MANUSIA





Oleh:

Dra. Anny Winarsih
NIP. 131772466






SMP NEGERI 30 SEMARANG
JL. AMARTA NO. 21 SEMARANG
KECAMATAN
KOTA SEMARANG
PROVINSI JAWA TENGAH
2008
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
            Dari pengalaman nyata guru dalam proses kegiatan belajar mengajar  IPA-Biologi, pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 30 Semarang, ketika membelajarkan pokok bahasan Sistem Koordinasi Manusia, menemukan berbagai permasalahan. Permasalahan-permasalahan tersebut yaitu; 1) hasil pengamatan guru, aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar masih rendah, ini ditunjukkan dengan sedikitnya jumlah siswa yang mengajukan pendapat dalam menyelesaikan permasalahan yang diajukan oleh guru, demikian juga pada saat kegiatan diskusi kelompok, 2) ketuntasan minimal yang diperoleh siswa dari test formatif, yaitu 65% jumlah siswa yang mendapatkan nilai, jadi ada 35% siswa yang belum tuntas untuk pokok bahasan tersebut.  Jika permasalahan-permasalahan ini tidak segera diatasi, maka kriteria ketuntasan minimal untuk pokok bahasan tersebut tidak tercapai dan akan berpengaruh terhadap ketidak tuntasan mata pelajaran IPA-Biologi.
Guru mencoba melakukan pendekatan lebih intensif, untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, melalui kegiatan wawancara. Hasil wawancara terhadap beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar, ditemukan beberapa penyebab rendahnya aktivitas dan daya serap siswa, terhadap penguasaan konsep Sistem Koordinasi Manusia. Pertama, motivasi siswa untuk mempelajari pokok bahasan tersebut rendah, kurang percaya diri untuk bisa menguasai konsep dan menganggap sulit. Kedua, Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas masih berpusat pada guru (teacher concered), siswa lebih banyak mendengar dan mencatat materi yang disampaikan guru. Belum memanfaatkan lingkungan dan informasi berita surat kabar sebagai sumber belajar. Demikian pula interaksi antar siswa dalam suatu kelompok belajar masih kurang, karena hanya terbatas pada pekerjaan mengisi LKS (Lembar Kerja Siswa), dimana materi kegiatan dalam LKS masih berpusat pada buku (texbook oriented) dan didominasi dengan hafalan bukan pada penerapan konsep, sehingga siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan membangun pengetahuan sendiri. Ketiga, soal tes, pokok bahasan Sistem Koordinasi Manusia belum mempertanyakan soal-soal aplikasi konsep dalam berbagai bidang kehidupan, tetapi masih berupa hafalan konsep, sehingga siswa cenderung belajar dengan menghafal. 
Temuan-temuan guru dalam proses pembelajaran dan didukung hasil wawancara dengan siswa, kemudian ditindaklanjuti dengan kerja sama dalam bentuk kolaborasi bersama antara guru dan dosen, untuk mengatasi rendahnya kemampuan penguasaan konsep pokok bahasan Sistem Koordinasi Manusia. Hasil kolaborasi menunjukkan bahwa, penyebab munculnya permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran IPA-Biologi, khususnya pokok bahasan tersebut, dikarenakan:
1.      motivasi belajar siswa dan rasa percaya diri rendah, karena belum diberi kesempatan untuk menyampaikan ide atau pendapat pada proses pembelajaran
2.      siswa belum diberi kesempatan untuk membuat dan menampilkan hasil karya di depan kelas, dari hasil pembelajaran tentang pokok bahasan tersebut
3.      siswa juga belum diberi kesempatan menerapkan konsep untuk memecahkan masalah, yang berkaitan dengan pokok bahasan tersebut dalam kehidupan sehari-hari
Upaya yang dilakukan, agar permasalahan-permasalahan tersebut segera dapat diatasi. Guru pengampu secara kolaborasi sepakat untuk melakukan suatu penelitian, mengenai penggunaan model pembelajaran yang lebih mengutamakan pada aktivitas siswa dalam membentuk pengetahuan sendiri, untuk meningkatkan penguasaan konsep tersebut.